Proyek Tol Laut
yang digagas Presiden Jokowi dinilai berhasil mendorong pemerataan harga
beragam komoditi di seluruh pelosok Indonesia. Direktur Lalu Lintas dan
Angkutan Laut, Capt Mugen S Sartoto menyebutkan selain mampu memasarkan produk
lokal, keberadaan Tol Laut di Tidore Kepulauan juga telah berhasil menurunkan
harga bahan pokok penting atau Bapokting.
"Berdasarkan informasi dari Dinas Perindustrian Perdagangan,
Koperasi dan UKM Tidore keberadaan Tol Laut telah berhasil menurunkan
harga," kata Mugen dalam keterangan tertulis, ditulis Selasa (21/6/2022).
Tol laut adalah konsep untuk memperbaiki proses pengangkutan logistik di
Indonesia, sehingga proses distribusi barang, terutama bahan pangan, di
Indonesia menjadi semakin mudah. Konsep ini berdampak terhadap harga bahan
pokok yang semakin merata di seluruh wilayah Indonesia.
Sebagai contoh harga beras medium yang pengirimannya menggunakan Tol
Laut dijual dengan harga Rp 9.500/kg, sementara yang pengirimannya tidak
menggunakan Tol Laut dijual dengan harga Rp 10.000/kg.
Kemudian, tepung terigu dijual Rp 10.000/kg (tol laut), sementara
pedagang non Tol Laut menjual dengan harga Rp 15.000. Gula Pasir jualnya Rp
15.000, non tol laut Rp 16.000, air mineral 600 mili per karton Rp 45.000, non
tol laut dijual Rp 55.000 per karton.
"Berdasarkan informasi Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi
dan UKM Tidore hampir semua barang bahan pokok dikirim dengan Tol laut dari
Surabaya, misalnya beras, minyak goreng, gula, bawang merah dan barang penting
seperti Semen, Keramik, Cat, Baja Ringan dan barang penting lainnya," jelas
dia.
Dari dinas Perindustrian perdagangan, barang lain yang mengalami
penurunan yaitu Minyak goring, bawang merah, semen, keramik, cat, dan baja
ringan.
“Konsep tol laut adalah bukti kecerdasan Jokowi dalam mencarikan solusi
atas tingginya harga bahan-bahan pokok di luar pulau Jawa,” kata Alex Indra
Lukman, anggota Komisi V DPR.
Masalah tersebut muncul karena sentra ekonomi di Indonesia terpusat di
pulau Jawa dan di saat yang sama infrastruktur logistik, yaitu pelabuhan dan
jalan raya, di Indonesia sangat minim, sehingga menyulitkan distribusi barang
ke seluruh Indonesia.
Jokowi memberikan solusi atas masalah itu dengan membuat konsep tol
laut. Jokowi meningkatkan kapasitas 24 pelabuhan yang sudah ada serta menambah
armada kapal laut pengangkut barang ke seluruh pelosok Indonesia.
Untuk mendukung konsep itu, Jokowi juga membangun jalan Tol Trans Jawa,
Tol Trans Sumatra, jalan Trans Papua, Trans Sulawesi, dan Trans Kalimantan. Di
pulau-pulau itu, Jokowi juga membangun rel kereta, yang tujuannya untuk memudahkan
distribusi barang.
"Jadi, konsep tol laut itu terintegrasi dengan pembangunan
jalan-jalan tadi. Tol laut untuk koneksi antarpulau, kemudian infrastruktur
jalan untuk memudahkan distribusi barang. Setelah semuanya terintegrasi, baru
nanti akan berbondong-bondong masuk investor ke seluruh pelosok
Indonesia," kata Alex.
Melalui tol laut, ribuan dari sapi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa terkirim dengan cepat ke beberapa daerah di Indonesia, sehingga harga daging sapi tidak mengalami lonjakan tinggi di saat-saat tertentu, seperti di bulan Ramadan dan saat Idul Fitri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar